Nama : Anugrah Fitria M. P

NIM : 2006 – 41 – 305

Matkul: Sistem Komunikasi Indonesia

Kelas : M (07.00-09.15)

1. Jelaskan 2 jenis profil sistem komunikasi pada masa kerajaan-kerajaan tua di Indonesia ?

2. Jelaskan tentang sistem komunikasi pada kerajaan mataram II setelah masuknya pengaruh Islam ?

3. Apakah mungkin system komunikasi kerajaan majapahit dapat dijadikan tolak ukur system komunikasi nasional ?

Jawab:

1. Profil Maritim dan Profil Agraris

- Kerajaan Sriwijaya

Dikenal sebagai kerajaan maritim yang pernah berdiri secara independent di wilayah kepulauan nusantara bagian barat dari abad ke-7 (bahkan mungkin sebelumnya) hingga abad ke 12. Pusat pemerintahannya kemungkinan besar berada di Palembang, Sumatra, meskipun ada pendapat lain yang menyebutkan Ligar di semenanjung Malaya sebagai pusatnya.

Walaupun pada masa kebesarannya diketahui memiliki pengaruh politik, ekonomi, dan budaya yang besar tetapi kerajaan ini sama sekali tidak meninggalkan naskah tulisan/sastra sama sekali, kecuali beberapa prasasti batu atau keeping tembaga.

Keberadaannya malah diketahui dari tulisan-tulisan musafir Tiongkok dan Arab. Namun bayak ditemukan peninggalan-peninggalan berupa benda-benda keramik dan beberapa bangunan yang dibuat dari batu bata.

Kerajaan sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya agama Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Budha.

Kerajaan Sriwijaya juga membantu menyebarkan kebudayaan melayu keseluruh Sumatra, semenanjung melayudan pulau Kalimantan bagian barat.

Pada masa yang sama Islam memasuki Sumatra melalui Aceh yang telah tersebar melalui hubungan dengan pedagang Arab dan India pada tahun 1414 pangeran terakhir memeluk Islam dan berhijrah kesemenanjung Malaya dan mendirikan kesultanan Malaka.

Pengaruh agama Budha sebagai agama yang dianut oleh kerajaan dan rakyat kerajaan, komunikasi antara rakyat dan raja berlangsung baik.

Arus komunikasi mengalur dalam sistem birokrasi kemaritimiman yang dapat mengembangkan nuansa berfikir rakyat dan bertambahnya rujukan masyarakat kerajaan.

Dalam kerangka SKI profil maritime Sriwijaya sedikitnya memberikan makna bermanfaat didalam menentukan konsep strategis dibidang komunikasi.

Profil maritim sriwijaya dapat merupakan akar SKI.

- Kerajaan Mataram

Memiliki profil kerajaan agraris. (Hindu-Budha) sering disebut kerajaan Mataram Kuno sebagai pembeda dengan mataram baru atau kesultanan mataram Islam, adalah suatu kerajaan yang berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan antara abad ke-8 dan abad ke-10.

Kerajaan Mataram terdiri dari 2 dinasti, yakni wangsa sanjaya dan wangsa syailendra. Wangsa sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732. Beberapa saat kemudian, wangsa syailendra yang bercorak Budha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752.

Kedua wangsa ini berkuasa berdampingan secara damai.

· Wangsa Syailendra

Diduga berasal dari daratan IndoChina (sekarang Thailand dan Kamboja). Wangsa ini bercorak Budha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Pada awal era mataram kuno, wangsa syailendra cukup dominan dibanding wangsa sandjaya. Pada masa pemerintahan Raja Indira (782-812), syailendra mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya. Ia juga melakukan perkawinan politik. Peninggalan terbesar wangsa syailendra adalah Candi Borobudur.

· Wangsa Sandjaya

Idirikan oleh Raja Sandjaya/ Rakeyan Jamri/ Prabu Harismada, cicit Wretikadanyun, raja kerajaan Galuh pertama, pada saat menjadi penguasa kerajaan sunda, ia dikenal dengan nama Prabu Harismada.

  1. Nama kerajaan Mataram tentu sudah pernah Anda dengar sebelumnya dan ingatan
    Anda pasti tertuju pada kerajaan Mataram wangsa Sanjaya dan Syailendra pada zaman
    Hindu-Budha.
    Kerajaan Mataram yang akan dibahas dalam modul ini, tidak ada hubungannya dengan
    kerajaan Mataram zaman Hindu-Budha. Mungkin hanya kebetulan nama yang sama.
    Dan secara kebetulan keduanya berada pada lokasi yang tidak jauh berbeda yaitu Jawa
    Tengah Selatan.
    Pada awal perkembangannya kerajaan Mataram adalah daerah kadipaten yang dikuasai
    oleh Ki Gede Pamanahan. Daerah tersebut diberikan oleh Pangeran Hadiwijaya (Jaka
    Tingkir) yaitu raja Pajang kepada Ki Gede Pamanahan atas jasanya membantu mengatasi
    perang saudara di Demak yang menjadi latar belakang munculnya kerajaan Pajang.
    Ki Gede Pamanahan memiliki putra bernama Sutawijaya yang juga mengabdi kepada
    raja Pajang sebagai komando pasukan pengawal raja. Setelah Ki Gede Pamanahan
    meninggal tahun 1575, maka Sutawijaya menggantikannya sebagai adipati di Kota Gede
    tersebut.
    Setelah pemerintahan Hadiwijaya di Pajang berakhir, maka kembali terjadi perang saudara
    antara Pangeran Benowo putra Hadiwijaya dengan Arya Pangiri, Bupati Demak yang
    merupakan keturunan dari Raden Trenggono.
    Akibat dari perang saudara tersebut, maka banyak daerah yang dikuasai Pajang
    melepaskan diri, sehingga hal inilah yang mendorong Pangeran Benowo meminta bantuan
    kepada Sutawijaya.
    Atas bantuan Sutawijaya tersebut, maka perang saudara dapat diatasi dan karena
    ketidakmampuannya maka secara sukarela Pangeran Benowo menyerahkan takhtanya
    kepada Sutawijaya. Dengan demikian berakhirlah kerajaan Pajang dan sebagai
    kelanjutannya muncullah kerajaan Mataram.
    Lokasi kerajaan Mataram tersebut di Jawa Tengah bagian Selatan dengan pusatnya di
    kota Gede yaitu di sekitar kota Yogyakarta sekarang.
    Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham, untuk
    mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan kerajaan Mataram, maka simaklah uraian
    materi berikut ini.
    1.latar belakang berdirinya kerajaan Mataram!
    Berdirinya kerajaan Mataram tidak terlepas dari perang saudara di Pajang. Karena
    setelah kematian Pangeran Hadiwijaya, raja Pajang, maka terjadi perebutan
    kekuasaan antara Pangeran Benowo putra Hadiwijaya dengan Arya Pangiri keturunan
    Pangeran Trenggono. Untuk menghadapi Arya Pangiri, Pangeran Benowo meminta
    bantuan kepada Sutawijaya, sehingga Sutawijaya berhasil mengatasi perebutan
    kekuasaan tersebut. Atas jasanya secara sukarela Pangeran Benowo menyerahkan
    takhta Pajang kepada Sutawijaya sehingga Sutawijaya mendirikan kerajaan Mataram.
    2.Tindakan-tindakan Sultan Agung sebagai raja Mataram!
    -Menundukkan daerah-daerah yang melepaskan diri untuk memperluas wilayah
    kekuasaannya.
    -Mempersatukan daerah-daerah kekuasaannya melalui ikatan perkawinan.
    -Melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia tahun 1628 dan 1629.
    -Memajukan ekonomi Mataram.
    -Memadukan unsur-unsur budaya Hindu, Budha dan Islam.
    3. Sebab-sebab kehancuran dari kerajaan Mataram!
    -Tidak adanya raja-raja yang cakap seperti Sultan Agung.
    -Banyaknya daerah-daerah yang melepaskan diri.
    -Adanya campur tangan VOC terhadap pemerintahan Mataram.
    -Adanya politik pemecah-belah VOC melalui perjanjian Gianti 1755 dan Salatiga
    1757.

3. Dengan Argumen :

- Hampir sama dengan wilayah Indonesia sekarang

- Wawasan kewilayahan berorientasi ke skala yang lebih luas yaitu dengan sumpah palapa patih gajahmada

- Struktur birokrasi pemerintahan majapahit.